May
13

Perbedaan GPS dan A-GPS, Manakah Yang Tepat Untuk Anda?

Author admin    Category IT News     Tags

Jaman sekarang ini kita pasti sudah tidak asing dengan GPS (Global Positioning System). Malah selain hardware khusus, GPS sudah banyak diterapkan sebagai fitur didalam ponsel pintar. Manfaat utama dari teknologi ini adalah pemetaan lokasi dimana pengguna dapat mengetahui posisi/letak suatu tempat atau benda tertentu. GPS juga membantu untuk mencari rute tercepat dan banyak digunakan sebagai alat bantu navigasi.

Lantas apa bedanya A-GPS (Assisted Global Positioning System) dan GPS? Mungkin masih banyak diantara pembaca yang belum memahami perbedaan kedua sistem ini. Yang manakah yang cocok dengan keperluan Anda?

Sebenarnya kedua sistem ini serupa tapi tak sama, singkatnya A-GPS memungkinkan pengguna untuk mengakses lebih banyak layanan di perangkat bergerak, sedangkan GPS biasanya lebih akurat dibandingkan A-GPS.

 

Perangkat GPS (biasanya merupakan perangkat khusus, bukan ponsel) menentukan lokasi dari minimal 3 satelit yang membentuk kawasan segitiga dengan mencari longitude, latitude, dan data lainnya yang diperlukan. Hal ini membutuhkan waktu kira-kira 12 menit untuk menentukan lokasi ketika perangkat khusus GPS dinyalakan. Cukup lama namun setidaknya pengguna tidak perlu memiliki akses ke operator ponsel untuk mengoperasikan GPS.

Sedangkan A-GPS yang biasanya ditanamkan di ponsel dapat menemukan lokasi dengan lebih cepat, bahkan kurang dari 20 detik. Ini dikarenakan A-GPS langsung mencari satelit yang terdekat dengan lokasi ponsel saat itu melalui operator telekomunikasi. Hanya saja lokasi yang dilacak memang tidak seakurat GPS.

Nah tinggal melihat gaya hidup masing-masing: Bagi anda yang tinggal di perkotaan dimana provider ponsel selalu memberikan layanan sinyal yang baik, A-GPS tepat menjadi pilihan anda, apalagi kelebihannya dapat menemukan lokasi dengan cepat. Sebaliknya bila anda tipe petualang atau sering berada di area yang layanan sinyalnya kurang menjangkau, sepertinya penggunaan GPS lebih tepat karena tidak bergantung dengan layanan seluler sehingga dapat digunakan di medan/lokasi manapun.

 

[teknoup]

May
13

10 Pabrikan Handset Terbesar Kuartal Pertama 2011

Author admin    Category Gadget, IT News     Tags

Kuartal pertama tahun 2011 ini sudah berlalu. Dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi mobile belakangan ini, tentu Anda penasaran siapakah vendor ponsel top dunia di awal tahun ini. Michael Morgan, analis dari firma riset ABI mengeluarkan hasil riset nya mengenai 10 pabrikan ponsel terbesar di dunia. Perlu dicatat kalau riset yang dilakukan ini hanya menghitung jumlah ponsel yang dilepas oleh produsen ke retailer dan bukan ke konsumen langsung, sedangkan peringkat yang disusun berdasarkan jumlah ponsel yang dijual melalui bundling operator.

Posisi puncak masih dikuasai oleh Nokia dengan penguasaan 32,7% atau turun sebesar 12% dibanding dengan awal tahun lalu. Penurunan ini masih lebih baik dibanding dengan penurunan pasar ponsel secara keseluruhan sebesar 13,9%. Kehilangan terbesar Nokia adalah di pasar negara berkembang dimana 77% dari total pengapalan produk Nokia berasal dari pasar ini. Mereka tergerus oleh ponsel-ponsel buatan Cina seperti Huawei, ZTE, dan TCL.

Samsung masih menguntit di posisi nomor dua dibawah Nokia. Perusahaan ini semakin lama semakin berkembang dan mulai mendekati Nokia dalam hal penguasaan pasar. Peningkatan share terbesar Samsung utamanya berasal dari ponsel-ponsel berfitur dasar mereka yang semakin di terima oleh pasar. Pengiriman ponsel pintar Samsung yang utamanya berbasis Android telah meningkat sebesar 16% jika dibanding dengan tahun lalu.

Kawan sekampung halaman Samsung yakni LG menempati posisi nomor 3. Meski tahun lalu LG kesulitan untuk menembus pasar ponsel pintar, tahun ini tampaknya mereka mulai mengubah haluan untuk dapat menjadi produsen ponsel pintar papan atas dengan merilis ponsel dengan dual core pertama di dunia. Dari segi bisnis juga penjualan ponsel pintar menghasilkan marjin keuntungan yang lebih besar dibanding dengan penjualan ponsel berfitur dasar. Hal ini tampak jelas pada kehadiran Apple di peringkat keempat pembuat ponsel terbesar dunia.

Dengan mengandalkan iPhone, Apple telah memasukkan diri nya ke posisi empat besar dunia. Peningkatan besar terjadi saat Apple bekerja sama dengan Verizon menghadirkan iPhone 4 CDMA pertama didunia dan laku hingga 2,8 juta unit sepanjang Febuari-Maret lalu. Michael memprediksi pertumbuhan Apple akan semakin besar sepanjang 2011 ini dengan kehadiran iPhone 4 putih dan masuknya iPhone versi CDMA ke negara-negara lain. Apalagi tahun ini juga akan hadir penerus dari iPhone 4.

Posisi kelima ditempati oleh pabrikan Kanada pembuat Blackbery, RIM. Pencapaian RIM terbilang cukup bagus mengingat target mereka adalah kalangan pebisnis. Kini RIM telah melihat bahwa penggunaan Blackberry mulai meluas ke kalangan anak muda dan mereka mulai mendandani Blackberry menjadi lebih menyenangkan. Peluncuran tablet Playbook sebagai pemutar media handal memperlihatkan keseriusan RIM dalam memasuki pasar baru. OS 7 dan membanyaknya penggunaan layar sentuh pada ponsel Blackberry yang terkenal dengan keyboard QWERTY nya serta penggunaan teknologi prosesor 1,2GHz dijadikan senjata untuk menghadapi pertempuran dengan vendor lain di tahun 2011 ini.

Produsen ponsel high-end asal Taiwan, HTC menempati posisi paling buncit pada share tahun 2011 ini. Sony Ericsson juga kehilangan share nya tahun ini dikarenakan mereka kehilangan pasar pada ponsel berfitur dasar dan kehadiran ponsel pintar yang tidak terlalu banyak.

 

 

[teknoup]

May
13

Adobe Intros Flash Player 10.3 for Android

Author admin    Category IT News     Tags
Flash Player 10.3 for Android now available
Enlarge picture

Adobe has just announced the release of Flash Player 10.3 for Android devices, with a series of important security fixes and improvements included into the mix.

With the new release, users would enjoy a better web browsing experience while on the go, with support for various content and video across devices.

The new release of Flash Player for Android comes with build number 10.3.185.21.

Adobe also announced that the new Flash Player 10.3 comes as a production GA (General Availability) release for Android 2.2 (Froyo), 2.3 (Gingerbread), and Android 3.01 (Honeycomb) devices.

In the official announcement regarding the availability of the new Flash Player release, Adobe also notes that it would offer performance enhancements to all Android 3.1 Honeycomb users (Motorola XOOM is the only device to receive this OS flavor as of yet).

Some of the main fixes and enhancements included in the new Flash Player 10.3.185.21 would be:

- Enabled NEON optimizations for OMAP4 (Cortex A-9) based devices. (2853030)
- Corrected an issue on the Samsung Galaxy S where H.264 video at resolutions of 720p and below was not displayed. (2852889)
- Android Apps using Browser Plug-ins like Flash Player in WebView no longer need to set android:hardwareAcceleration to True in their AndroidMainfest.xml for plug-in output to be rendered. This was previously an issue on Android 3.0+ only. (2834793)
- Fixed a crash on the HTC EVO that some users encountered with specific video. (2855425)
- Fixed an issue that caused video frames to stop rendering on long streaming videos (> 1 hour) on some Motorola devices. (2855957)

While the new Flash Player 10.3 brings improvements on Android devices, there are also a series of known issues with it that users should be aware of, affecting various products out there.

Motorola XOOM users might see the browser unresponsive if put in the background while Flash Player is in Full-Screen mode. HTC G2 users would experience unresponsive Flash when the keyboard is out.

Samsung Galaxy Tab is affected by some issues as well, while others hit HTC Desire and HTC Desire HD devices, or the Nexus One smartphones out there.

For a full list of these issues, you should head to Adobe’s website here.

The new Flash Player 10.3 for Android is available for download from the Android Market here.

[softpedia]

May
13

Video: Overclocked Galaxy S II hits 1.504GHz

Author admin    Category Gadget, IT News, Samsung, SmartPhone, Tips & Trik     Tags

An XDA Dev member has managed to successfully overclock a Samsung Galaxy S II smartphone to an impressive 1.504GHz.

“1.5GHz is a 25% overclock and makes this fast phone even faster and snappier in day to day usage,” coolbho3000 explained in a forum post.

“This speed is enough to allow it to achieve really high benchmark scores like over 4000 points in Quadrant.”

Fortunately, coolbho3000 managed to keep the voltage stable at a cool 1375mV when clocked at 1.504GHz.

“Depending on your device, there may be even more headroom. I’ve gotten speeds of up to 2GHz to boot with instability (my unstable 1.8GHz Linpack run is currently in the Linpack top 10), but at very high voltages and temperatures.

“So leave it up to other developers to give you higher/more dangerous frequencies and voltages. If you stress the CPU a ton the phone will become hot to touch, though it does to a certain extent even at stock frequencies – there is not much thermal insulation between the processor and your hands in such a thin phone,” he added.

Want to learn how to overclock a Samsung Galaxy S II? Detailed instructions can be found here, but remember, be careful, as you do so at your own risk.

[tgdaily]

May
13

WebGL flaw leaves GPU exposed to hackers

Author admin    Category IT News     Tags
WebGL attack

Google spent a lot of time yesterday talking up WebGL, but UK security firm Context seems to think users should disable the feature because it poses a serious security threat, and the US Computer Emergency Readiness Team (CERT) is encouraging people to heed that advice. According to Context, a malicious site could pass code directly to a computer’s GPU and trigger a denial of service attack or simply crash the machine. Ne’er-do-wells could also use WebGL and the Canvas element to pull image data from another domain, which could then be used as part of a more elaborate attack. Khronos, the group that organizes the standard, responded by pointing out that there is an extension available to graphics card manufacturers that can detect and protect against DoS attacks, but it did little to satisfy Context — the firm argues that inherent flaws in the design of WebGL make it very difficult to secure.

Now, we’re far from experts on the intricacies of low-level hardware security but, for the moment at least, there seems to be little reason for the average user to panic. There’s even a good chance that you’re not vulnerable at all since WebGL won’t run on many Intel and ATI graphics chips (you can check by clicking here). If you’re inclined to err on the side of caution you can find instructions for disabling WebGL at the more coverage link — but come on, living on the cutting edge wouldn’t be anywhere near as fun if it didn’t involve a bit of danger.

[engadget]

May
13

Hati-Hati dengan Terms of Service

Author admin    Category IT News, Security     Tags

 


ToS. Terms of Service, adalah satu hal penting namun seringkali abai kita perhatikan isinya. Setiap kali hendak menginstall satu aplikasi baru, selalu ada halaman Terms of Service yang seharusnya kita baca baik-baik sebelum menekan tombol ‘accept’.

Yang biasanya terjadi, tanpa mau repot meluangkan beberapa menit untuk mencerna dan memahami kalimat-kalimat panjang –biasanya dalam bahasa Inggris– kita asal saja, scroll down dan menyatakan persetujuan untuk mematuhi ketentuan layanan dari penyedia aplikasi tersebut.

Kurang lebih dua tahun yang lalu, seorang kawan mengingatkan bahwa di Facebook pun, tanpa sadar, kita dengan suka rela memberikan hak cipta foto-foto yang kita upload, kepada layanan social networking ini. Sayangnya, isu ini tidak terlalu dimunculkan ke publik, entah kenapa.

Sesuatu yang mirip dengan ini kembali terjadi. Tanggal 11 Mei 2011, Wendy Schollum dari Xplore.net Online Solution, menulis artikel yang mengejutkan para pengguna internet. Lebih spesifik lagi, para pengguna twitter.

Dalam tulisannya, Schollum mengungkap bahwa Twitpic, salah satu aplikasi pengunggah foto paling populer di twitter, mengubah ketentuan layanannya, yang jelas-jelas akan sangat merugikan para penggunanya.

Perhatikan baik-baik kalimat yang tertera dalam Terms of Service mereka, yang berbunyi antara lain, “you hereby grant twitpic a worldwide, non-exclusive, royalty-free, sublicenseable and transferable license to use, reproduce…” dan seterusnya.

Artinya hanya satu. Jika kita menyatakan persetujuan dengan menekan tombol ‘accept’ atau ‘agree’, maka sejak saat itu pula, semua foto yang sudah dan akan kita unggah ke twitter melalui twitpic, akan menjadi hak milik Twitpic.com, penyedia layanan yang boleh dibilang paling populer saat ini.

Artinya lagi, dan ini yang mengerikan, hak cipta atas foto-foto tersebut bukan lagi milik pengguna. Twitpic, karenanya, berhak penuh atas distribusi, penggandaan, dan penggunaan foto-foto apa pun yang kita ‘titipkan’ ke mereka. Dengan kata lain, user tidak bisa menuntut secara hukum bahkan jika foto-foto yang diunggah tersebut didistribusikan, dan atau diperjualbelikan kepada pihak lain.

Karena isu ini baru mencuat ke permukaan, dan belum ada penjelasan atau bantahan apa pun dari pihak-pihak terkait, barangkali ada baiknya jika kita mulai melindungi privasi dan hak kita sebagai user dari sekarang.

Jika anda, seperti jutaan orang lainnya, menggunakan twitpic sebagai layanan default untuk mengunggah gambar ke twitter, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut soal isu tidak menyenangkan ini, mari berpikir ulang.

Foto, gambar pribadi, erat sekali kaitannya dengan keamanan diri jika kita bicara dalam konteks ranah maya. Ada beberapa aplikasi atau layanan lain yang bisa kita gunakan. Sebut saja, YFrog, Plixi (sekarang menjadi lockerz.com), Mobypicture.

Lantas bagaimana dengan foto-foto yang sudah terlanjur kita upload? Satu-satunya cara adalah dengan log in terlebih dahulu ke www.twitpic.com dan menghapus setiap gambar atau foto secara manual.

Sedikit repot memang. Tapi tak apa, jika anda sependapat dengan saya, bahwa privasi dan keamanan adalah segalanya.

[detikinet]

May
13

80% Karyawan Google ‘Anti’ Komputer Windows

Author admin    Category Google, IT News     Tags

 


Sistem operasi Microsoft Windows masih jadi favorit di kalangan perusahaan. Namun tidak demikian halnya dengan Google, di mana mayoritas karyawannya sudah tidak lagi menggunakan OS tersebut.

Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, mengestimasi sekitar 80% pekerja Google tak lagi memakai komputer Windows. Jadi hanya sekitar 20% pekerja raksasa internet ini yang masih mengandalkan OS besutan Microsoft tersebut.

Meski tidak menyebut secara implisit, kemungkinan para karyawan itu memakai Chrome OS, sistem operasi komputer yang dikembangkan Google dan baru saja diperkenalkan baru-baru ini ke konsumen.

“Saya tidak berpikir bahwa ada yang salah dengan Windows. Namun saya kira kompleksitasnya dalam menjalankan komputer sangatlah menyiksa pengguna,” kata Brin.

Ya, Brin menilai pengoperasian komputer Windows terlalu ribet, misalnya harus instal software, back up data, menginstal anti virus dan sebagainya. Beda dengan Chrome OS yang beroperasi layaknya web browser, di mana aplikasinya terhubung langsung dengan web, demikian juga penyimpanan data.

Brin pun berharap nantinya semua karyawan Google memakai Chromebooks, laptop yang memakai OS Chrome. Chromebooks edisi perdana telah diproduksi Acer dan Samsung dan segera dipasarkan pertama kali di Amerika Serikat.

“Saya berharap tahun depan kami hanya memiliki persentase sangat kecil pekerja yang memakai perangkat selain Chromebooks,” pungkas Brin.

[detikinet]

Follow us on Twitter! Follow us on Twitter!
[Powered by Android]

Blogroll

Google Search :)

Calendar

May 2011
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives

Recent Posts